MAJULAH BAYUNGKA RAYA!!


MAJULAH BAYUNGKA RAYA!
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Mengenai Saya

Foto saya
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
@bayungka

Jumat, 21 September 2012

Kipas Angin

Di sudut wilayah bayungka raya, terdengar si kipas angin sedang berputar mengeluarkan suara baling-baling. Bagi sebagian pelaku imajinasi, suara kipas berputar bukanlah sekedar suara kipas angin. Tetapi ada perkataan yang telah disampaikan. Selain membicarakan perdana menterinya di negara Bayungka Raya yang berhenti menulis berbulan-bulan tanpa diketahui penyebabnya. Dia juga menyampaikan apa yang dirasakannya. Beginilah kira-kira.



Walaupun si kipas angin putih memiliki tubuh yang berwarna putih. Dia yakin kalau alam fikirnya dipenuhi warna-warna yang samar.



Kadang fikirannya seperti sedang berada di padang sabana luas yang nyaman, di bawah langit yang indah, dan diantara udara yang tenang. Lain waktu tiba-tiba fikirannya berada di ujung tebing yang curam. Dimana dibawahnya terdapat jurang yang bahkan semutpun tidak ada di bawah sana. Hanya kegelapan di sekitarnya.



Suatu kali Si kipas berusaha mengambil alih kekuasan fikirannya dan otaknya. Dia ingin mendaulat atas fikirannya yang tidak stabil dan berbahaya itu. Dia hanya ingin merasakan nada mayor atau berada di sabana yang nyaman, itu saja. Tidak dengan yang menyedihkan.



Akhirnya si kipas mulai menyadari. Fikiran itu seperti masker yang sudah rusak.



Ketika berada di jalan raya yang penuh polusi, kita membutuhkan masker untuk menjaga kesehatan kita. Yaitu dengan menutup hidung kita dengan masker. Biasanya walaupun kita menutup hidung dengan masker, kita tetap bisa menghirup udara. Yaitu udara yang lebih bersih. karena masker telah menyaringnya.



Setiap hari di jalan raya masker menyaring udara kotor. Begitu juga dengan fikiran, setiap hari otak kita menerima banyak sekali pesan. Baik stimulus atau sensori. Namun fikiran kita lebih mirip masker rusak.  Yang tidak mampu menyaring udara dengan baik mana yang oksigen bersih dan mana yang udara kotor. Jika masker harus menyaring sebagian udara kotor untuk masuk ke tubuh. Berbeda dengan otak yang harus menyaring banyak sekali pemikiran-pemikiran dan semua hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan.



Sehingga fikiran kita tidak akan bisa memilih untuk mengingat hal-hal yang menyenangkan saja, hal-hal yang membahagiakan saja. Karena ternyata hal-hal menyedihkan juga masuk ke dalam otak kita. Begitulah fikiran, mirip masker rusak yang tak bisa menyaring pemikiran dengan sempurna.



Begitulah perasaan si kipas angin. Kini dia terus berputar meniup angin di Negara Bayungka Raya. Dengan harapan dia tetap bisa berputar walaupun ketika mati lampu.



"Saya ingin terus berputar walaupun sedang mati lampu, karena itulah hidup. Ketika kita sedang jatuh, dunia tetap terus berputar seperti biasa"  -kipas angin-









Minggu, 09 September 2012

Tugas Perilaku Konsumen

BAYU WINDIHARTO PUTRO'S NOTES ON CONSUMER BEHAVIOR CLASS,
DEPARTMENT OF RESOURCES AND ENVIRONMENTAL OF ECONOMICS.
BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY

> Lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc
www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

Department of Family and Consumer Science College of Human Ecology, Bogor Agricultural University

Semester September 2012 - Januari 2013

Based on Consumer Behavior text book by Ujang Sumarwan

> Interesting Topic on Today's Class

Pak Ujang memulai perkenalan dengan santai. Kesenjangan antara Profesor dengan mahasiswa S1 seakan hilang begitu saja ketika beliau mengajar dengan senyuman, analogi-analogi, dan pertanyaan-pertanyaan ringan yang tepat kepada mahasiswanya.

Contohnya ketika Pak Ujang menanyakan pengalaman mahasiswa ketika melakukan mudik dengan kereta api. Bagaimana melihat pandangan-pandangan mahasiswa yang berbeda mengenai PT KAI yang sekarang dengan tahun lalu. Sehingga dengan analogi tersebut kita mampu mencerna apa yang dimaksud dengan pertanyaan tersebut. Yaitu kepuasan konsumen.

Lain lagi ketika Pak Ujang memberikan pertanyaan kepada mahasiswa tentang pilihan-pilihan tujuan liburan. Sehingga mahasiswa mampu memahami bagaimana sudut pandang prefensi manusia tentang suatu barang/jasa.

Pak Ujang juga menanyakan tren anak muda dan jejaring sosial. Sehingga disaat kuliah saya sempat berfikiran bagaimana suatu negara melakukan proses intelijen, pengawasan, pemahaman cara pandang konsumen, dan penggiringan suatu sudut pandang kepada masyarakat negara lain. Mengapa tidak? dengan mengawasi status, info, dan kebiasaan suatu masyarakat di negara tertentu memungkinkan suatu organisasi/negara melakukan penggiringan sudut pandang.

> Current Trend

1. Kepemilikan Akun Twitter, Line, Blogger, About me, Whatsapp, Instagram dan lain-lain.

2. Kepemilikan gadget seperti Iphone, Ipad, Blackberry, atau gadget yang memiliki operasi sistem android.

3. Berkembangnya kegiatan travelista yang berimbas pada tren mendaki gunung, ke pantai, menyelam, atau menjelajahi tempat-tempat yang memilik alam eksotis.

4. Tren musik yang berkembang dan berwarna baik mainstream atau unmainstream seperti musik pop, folks, reggae, ska, british, tradisional, rock, melodic, metal, grunge, punk, dan musik-musik cutting edge lainya.

5.Bagi laki-laki tren olahraga dan mendukung tim olahraga dari berbagai negara di dunia seperti Arsenal, Borussia Dortmund, Valencia, dan lain-lain.

6. Tren mode pakaian yang terus berkembang.

7. Tren wisata kuliner yang terus berkembang semenjak meningkatnya penggunaan media sosial yang memungkinkan pertukaran informasi dengan cepat.

> Motivation to Enter University

Motivasi saya masuk universitas adalah untuk mengembangkan karakter, melalui proses kedewasaan dengan jauh dari orangtua, jawaban dari tantangan, membuktikan bahwa Indonesia itu luas dan Indonesia itu memang benar-benar dari sabang sampai merauke.

> Motivation to enter IPB

Karena IPB adalah Institut yang berorientasi kepada pembangunan dan tetap melihat aspek keberlanjutan.

> Motivation to enter Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Motivasi saya masuk departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkunan karena ESL adalah satu-satunya departemen di Indonesia yang merupakan departemen S1.