MAJULAH BAYUNGKA RAYA!!


MAJULAH BAYUNGKA RAYA!
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Mengenai Saya

Foto saya
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
@bayungka

Minggu, 14 Oktober 2012

Sang Pencari Pegasus

Itu saya. Benar-benar sama jiwanya dengan yang sekarang. Mungkin bedanya waktu itu saya masih bercita-cita menjadi ranger hitam. Berharap menemukan ranger merah dan ranger-ranger lain yang tersebar di muka bumi. Itu gara-gara jam tangan Gshock pemberian Ibu. Warnanya hitamU, mirip alat perubah ranger hitam.

Entah kenapa sejak saat itu saya semakin yakin bahwa saya tercipta untuk mencari pegasus yang hilang dari muka bumi.

Ceritanya berawal dari Kak Ima (pembina pramuka penggalang SD). Dia yang memilihku bersama 11 anak lainya menjadi regu pegasus anggota pramuka penggalang SD. Kenapa harus regu pegasus? Disitulah letak kecurigaanku bahwa Kak Ima menyimpan rahasia tentang pegasus. Kuda terbang yang hilang keberadaanya.

Pencarian Pegasusku dibantu oleh 11 teman-teman lainnya. Kak Ima menunjukku sebagai Pemimpin Regu. Si Aris sebagai wakilnya. Anggota pegasus ada Bimo, Sindhu, Iwe, Takbir, Ayom, Hendry,Bagas dll. Kami memiliki keahlian masing-masing. Dan waktu itu kami percaya bahwa kami terlahir untuk pegasus. Kepercayaan kami melebihi umur kami yang waktu itu masih 10-11 tahun.

Si Iwe, ahli penyamaran. Sempat menyamar menjadi suku fayu ketika kami melakukan pencarian pegasus di daerah bumi perkemahan. Dia sempat menemukan bejana besar yang dia yakini sebagai tempat mandi pegasus. Bersama bimo, bagas dan lainnya, dia masukan ikan louhan kecil ke dalam bejana itu. Dia berharap pegasus akan berteman dengan louhan kecil yang kami namai locil itu.
Entah bagaimana nasib locil sekarang. Kadang tiap malam aku memikirkannya apakah dia benar-benar bertemu pegasus. Ingin ku bertanya padanya. Dan apakah dia masih sekecil dulu?

Itu kisah pencarian pegasus 10 tahun yang lalu. Sekarang regu pegasus sudah berpisah. Kudengar mereka sudah berpencar di seluruh Indonesia. Kuharap mereka tetap menjadi pencari pegasus sepertiku. Semoga kerasnya hidup tak membuat mereka lupa akan pegasus. Kalaupun mereka sudah tak percaya keberadaan pegasus, aku yakin mereka masih memikirkan pegasus disamping pacar-pacar dan pendidikan mereka sekarang.

Itu 10 tahun yang lalu. Tapi jiwa saya masih sama. Hingga kini ketika usia saya 21 tahun. Saya masih yakin bahwa pegasus itu ada. Kalaupun tidak, paling tidak mereka pernah ada.
Sekarang saya sudah tak bersama regu pegasus, namun kenangan kak Ima dan anggota regu pegasus lainnya tetap meyakinkanku.
Dan kini. Saya bersama teman-teman baru di Bogor telah memulai kembali pencarian pegasus. Kuda terbang yang telah hilang.
Jika Perseus diberi pegasus oleh Zeus dan Danae, kenapa kami tidak? Itulah kami, sang pencari pegasus.

Jumat, 21 September 2012

Kipas Angin

Di sudut wilayah bayungka raya, terdengar si kipas angin sedang berputar mengeluarkan suara baling-baling. Bagi sebagian pelaku imajinasi, suara kipas berputar bukanlah sekedar suara kipas angin. Tetapi ada perkataan yang telah disampaikan. Selain membicarakan perdana menterinya di negara Bayungka Raya yang berhenti menulis berbulan-bulan tanpa diketahui penyebabnya. Dia juga menyampaikan apa yang dirasakannya. Beginilah kira-kira.



Walaupun si kipas angin putih memiliki tubuh yang berwarna putih. Dia yakin kalau alam fikirnya dipenuhi warna-warna yang samar.



Kadang fikirannya seperti sedang berada di padang sabana luas yang nyaman, di bawah langit yang indah, dan diantara udara yang tenang. Lain waktu tiba-tiba fikirannya berada di ujung tebing yang curam. Dimana dibawahnya terdapat jurang yang bahkan semutpun tidak ada di bawah sana. Hanya kegelapan di sekitarnya.



Suatu kali Si kipas berusaha mengambil alih kekuasan fikirannya dan otaknya. Dia ingin mendaulat atas fikirannya yang tidak stabil dan berbahaya itu. Dia hanya ingin merasakan nada mayor atau berada di sabana yang nyaman, itu saja. Tidak dengan yang menyedihkan.



Akhirnya si kipas mulai menyadari. Fikiran itu seperti masker yang sudah rusak.



Ketika berada di jalan raya yang penuh polusi, kita membutuhkan masker untuk menjaga kesehatan kita. Yaitu dengan menutup hidung kita dengan masker. Biasanya walaupun kita menutup hidung dengan masker, kita tetap bisa menghirup udara. Yaitu udara yang lebih bersih. karena masker telah menyaringnya.



Setiap hari di jalan raya masker menyaring udara kotor. Begitu juga dengan fikiran, setiap hari otak kita menerima banyak sekali pesan. Baik stimulus atau sensori. Namun fikiran kita lebih mirip masker rusak.  Yang tidak mampu menyaring udara dengan baik mana yang oksigen bersih dan mana yang udara kotor. Jika masker harus menyaring sebagian udara kotor untuk masuk ke tubuh. Berbeda dengan otak yang harus menyaring banyak sekali pemikiran-pemikiran dan semua hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan.



Sehingga fikiran kita tidak akan bisa memilih untuk mengingat hal-hal yang menyenangkan saja, hal-hal yang membahagiakan saja. Karena ternyata hal-hal menyedihkan juga masuk ke dalam otak kita. Begitulah fikiran, mirip masker rusak yang tak bisa menyaring pemikiran dengan sempurna.



Begitulah perasaan si kipas angin. Kini dia terus berputar meniup angin di Negara Bayungka Raya. Dengan harapan dia tetap bisa berputar walaupun ketika mati lampu.



"Saya ingin terus berputar walaupun sedang mati lampu, karena itulah hidup. Ketika kita sedang jatuh, dunia tetap terus berputar seperti biasa"  -kipas angin-









Minggu, 09 September 2012

Tugas Perilaku Konsumen

BAYU WINDIHARTO PUTRO'S NOTES ON CONSUMER BEHAVIOR CLASS,
DEPARTMENT OF RESOURCES AND ENVIRONMENTAL OF ECONOMICS.
BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY

> Lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc
www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

Department of Family and Consumer Science College of Human Ecology, Bogor Agricultural University

Semester September 2012 - Januari 2013

Based on Consumer Behavior text book by Ujang Sumarwan

> Interesting Topic on Today's Class

Pak Ujang memulai perkenalan dengan santai. Kesenjangan antara Profesor dengan mahasiswa S1 seakan hilang begitu saja ketika beliau mengajar dengan senyuman, analogi-analogi, dan pertanyaan-pertanyaan ringan yang tepat kepada mahasiswanya.

Contohnya ketika Pak Ujang menanyakan pengalaman mahasiswa ketika melakukan mudik dengan kereta api. Bagaimana melihat pandangan-pandangan mahasiswa yang berbeda mengenai PT KAI yang sekarang dengan tahun lalu. Sehingga dengan analogi tersebut kita mampu mencerna apa yang dimaksud dengan pertanyaan tersebut. Yaitu kepuasan konsumen.

Lain lagi ketika Pak Ujang memberikan pertanyaan kepada mahasiswa tentang pilihan-pilihan tujuan liburan. Sehingga mahasiswa mampu memahami bagaimana sudut pandang prefensi manusia tentang suatu barang/jasa.

Pak Ujang juga menanyakan tren anak muda dan jejaring sosial. Sehingga disaat kuliah saya sempat berfikiran bagaimana suatu negara melakukan proses intelijen, pengawasan, pemahaman cara pandang konsumen, dan penggiringan suatu sudut pandang kepada masyarakat negara lain. Mengapa tidak? dengan mengawasi status, info, dan kebiasaan suatu masyarakat di negara tertentu memungkinkan suatu organisasi/negara melakukan penggiringan sudut pandang.

> Current Trend

1. Kepemilikan Akun Twitter, Line, Blogger, About me, Whatsapp, Instagram dan lain-lain.

2. Kepemilikan gadget seperti Iphone, Ipad, Blackberry, atau gadget yang memiliki operasi sistem android.

3. Berkembangnya kegiatan travelista yang berimbas pada tren mendaki gunung, ke pantai, menyelam, atau menjelajahi tempat-tempat yang memilik alam eksotis.

4. Tren musik yang berkembang dan berwarna baik mainstream atau unmainstream seperti musik pop, folks, reggae, ska, british, tradisional, rock, melodic, metal, grunge, punk, dan musik-musik cutting edge lainya.

5.Bagi laki-laki tren olahraga dan mendukung tim olahraga dari berbagai negara di dunia seperti Arsenal, Borussia Dortmund, Valencia, dan lain-lain.

6. Tren mode pakaian yang terus berkembang.

7. Tren wisata kuliner yang terus berkembang semenjak meningkatnya penggunaan media sosial yang memungkinkan pertukaran informasi dengan cepat.

> Motivation to Enter University

Motivasi saya masuk universitas adalah untuk mengembangkan karakter, melalui proses kedewasaan dengan jauh dari orangtua, jawaban dari tantangan, membuktikan bahwa Indonesia itu luas dan Indonesia itu memang benar-benar dari sabang sampai merauke.

> Motivation to enter IPB

Karena IPB adalah Institut yang berorientasi kepada pembangunan dan tetap melihat aspek keberlanjutan.

> Motivation to enter Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Motivasi saya masuk departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkunan karena ESL adalah satu-satunya departemen di Indonesia yang merupakan departemen S1.

Senin, 02 Juli 2012

Hai Fat, (Narimo)


Hai Fat,

Cerita ini terjadi beberapa tahun yang lalu.

Sejak kelas dua SD, kakakmu ini sudah terbiasa mengendarai sepeda untuk pulang sekolah. Sialnya, waktu itu rantai sepedaku putus ditengah jalan. Karena ini terjadi siang hari dan di tengah jalan yang sepi. Tak ada bengkel sepeda yang dekat. Kalaupun ada itu hanya impian bagi anak kelas dua SD yang hanya punya uang saku 500 rupiah.

Apa yang dilakukan anak kelas dua SD dengan sepeda kecil dan rantai nya yang putus di jalanan sepi?  . Ketahuilah Fat. Saat itu, anak kelas dua SD masih jauh angan-angan dari memiliki ponsel atau memiliki twitter.  Jika kau harap aku harus menelfon bapak untuk mendapat pertolongan,  atau meminta bantuan kepada followersmu, saya kira itu tidak mungkin terjadi.

Saat fatamorgana dan panas mulai mempengaruhi akal sehat seorang bocah 7 tahun yang tertimpa musibah di jalanan panas dan sepi, semuanya terasa sangat samar. Ketika aku  mulai berteriak-teriak menyebut nama kakak laki-laki kita yang paling tua, Saya kira dia tidak akan mendengarnya. Karena dia masih sekolah. Dan sekolahnya lebih jauh dari sekolahku.

Lama-lama aku putus asa, dan aku mulai menendang-nendang sepedaku. Tulang keringku pun berdarah. Ketika aku melihat darah di kaki kananku, teriakan pun menjadi lebih keras. Tapi tetap saja aku terus menendang-nendang sepeda dan darah keluar lebih banyak dari sebelumnya. Sampai lama-kelamaan tendanganku melemah, dan kali ini aku mulai duduk tak berdaya di samping sepeda.

Aku meringis melihat kakiku berdarah dan rantai sepeda yang masih putus. Lalu aku mulai menyerah. Aku tak lagi berteriak memanggil kakak. Aku tak lagi menendang-nendang sepeda. Aku hanya duduk disamping sepeda, dibawah terik matahari. Di jalanan yang panas.

Kemudian, beberapa saat kemudian. Aku merasakan angin tiba-tiba berhembus sejuk dan tenang. Aku merasakan cahaya matahari tiba-tiba menjadi hangat dan nyaman. Padahal, sebelum-sebelumnya angin juga  berhembus tenang seperti sekarang. Tetapi dari tadi aku hanya terobsesi dengan menyambungnya rantai sepedaku yang putus hingga aku bisa pulang dengan cepat. Sampai-sampai sebelum-sebelumnya aku tak bisa merasakan kesejukan angin yang berhembus.  Aku hanya terobsesi pada sepeda yang semoga tiba-tiba tak rusak lagi.

Fat,

Ternyata ketika aku lebih memilih untuk menerima berjalan kaki berkilometer untuk sampai rumah daripada memaki-maki takdir, aku akan lebih tenang. 

Ketika aku lebih memilih berjalan sangat jauh dan menikmati panasnya matahari daripada harus berteriak-teriak meminta pertolongan, aku justru merasakan hangatnya matahari.

Fat..,

Mengharapkan pertolongan memang masuk akal. Tetapi ketika pertolongan itu tidak terjadi saat itu juga, hanya dengan menerima keadaan dan berhenti berharap, aku akan merasakan kedamaian.

Hai Fat…, Ketika banyak cara yang tak bisa membuat kita menemukan kedamaian, Justru kita akan menemukannya setelah kita mengalami masalah.

Jumat, 18 Mei 2012

Salam Cobek !


Ponsel butut tiba-tiba berbunyi. Ibarat Jepang membunyikan alarm ketika reactor nuklir Fukushima bermasalah. Jarang-jarang ponsel berbunyi, paling-paling ketika sabtu kliwon atau minggu legi. Itu juga dari perusahaan penyedia layanan komunikasi untuk seluler. Dan ketika saya bales smsnya, mereka hanya sekedar read doang.

Ponsel saya memang tidak bisa untuk telfon atau sms, apalagi foto-foto di area foodcourt untuk diupload di social network. Ponsel ini hanya berfungsi untuk rusak.

Sekarang bukan saatnya mengulik ponsel. Mungkin lebih tepatnya  isi layar yang berbentuk huruf alphabet, bukan huruf palawa. Ya, tiba-tiba negara persemakmuran yang membuat saya makmur ketika didalamnya (re: rumah ibu), memberikan kiriman morse tentang isu-isu hangat yang terjadi di negara itu. Mbak yang biasa menangani masalah kebersihan telah resign.

Entah berapa kali mbak-mbak yang resign sejak 21 tahun saya hidup di bumi ini. Mungkin mirip negara yang selalu reshuffle cabinet tiap ganti kebijakan. Bedanya presidenya tak pernah ganti.

Tulisan ini kami dedikasikan untuk mbak-mbak menteri kebersihan yang telah berjasa membuatkan kopi, susu di pagi hari atau membuatkan mie instan di negara persemakmuran.

Mbak trini, dipanggil Trini karena dia mirip dengan ranger kuning di serial power ranger dinosaurus yang dulu sering tayang tiap minggu pagi ketika saya masih ingusan dan sering kelupaan memakai celana. Kalo gak salah migthy morphin power rangers, di RCTI sekitar 90an.

Ibarat ranger kuning, dia juga ahli dalam masalah menolong. Terutama menolong saya yang pernah keasyikan memakan balsam rasa menthol di ruang keluarga. Saya fikir itu selai mint!
Selera musiknya juga tergolong berkelas. Mulai dari musik-musik Yoko dan Bibi Lung, sinema yang sedang popular waktu itu. Sampai dengan music-musik berat seperti Ebiet G. Ade dan Hetty Koes Endang. Acara tv yang dia tonton pun sangat berat-berat seperti Jaja Miharja dengan kuis dangdut atau To Liong To dengan pedang pembunuh naganya Tony Leung. Dia juga paling update soal bollywood. Apalagi di jaman Amitabachan dan Sanjaydut.

Sayang dia harus resign karena menemukan tambatan hatinya. Berbahagialah Mbak Trini dimanapun engkau berada, semoga tetap menjadi ranger kuning untuk keluargamu.

Yang kedua adalah Yu Kami. Namanya memang kejepang-jepangan. Tapi dia bukan penggemar tentara heiho atau musiknya larc-an-ciel. Nama dia diberikan oleh Ibu karena dedikasinya membantu saya melewati masa-masa gampang nangis dan susah makan. Balita sekali.  Mungkin waktu itu saya masih seperti tomy dalam rugrats yang disiarin nickelodeon, atau mungkin sebaya dengan anak-anak di film liltte rascals yang bikin kelompok “The he-man woman hatters club”. Yang rajin saya tonton di andalas teve waktu kecil.

Yu Kami sangat ahli dalam berimajinasi. Terutama ketika dia mengubah piring sarapan menjadi landasan pesawat tempur. Sendok menjadi pesawat F-14, dan mulut saya adalah target pesawat.  Dan seketika tiba-tiba saya doyan menghabiskan berkarung-karung sarapan pagi.

Ada lagi Mbak Titi, walaupun dia memerintah dimasa adek, tapi jasanya untuk saya juga tak kalah heroic. Bagaimana dia mampu menangani dengan tenang kehebohan negara di pagi hari. Dimana terjadi kemelut di depan pintu kamar mandi untuk berebut mandi.  Dia juga paling tenang menyaksikan saya yang beperan sebagai Russel dan Bapak sebagai Muntz saling bekejar-kejaran memperebutkan Kevin di film UP.

Mbak-mbak lain adalah mbak  ani. Keahliannya banyak sekali. Mulai dari menjahit pakaian seragam SMA, mengaji, bermain freecell di computer, sampai berperan menjadi pemeran utama acara aroma yang menyajikan masakan-masakan Indonesia. 

Dia paling berjasa memberikan resep-resep masakan kepada saya. Terutama cara bikin sambel yang sedap. “Sambil ngulek sambel, jangan lupa baca surat al-kautsar berulang-ulang mas biar sedep”, katanya. Entah apa korelasi antara surat al-kautsar dengan sambel. Dan anehnya sampai sekarang saya rajin membaca al-kautsar tiap bikin sambel. Jangan-jangan dia Uya Kuya. Saya dihipnotis !

Terakhir adalah Mbak Syeh. Dia memiliki masa pemerintahan yang paling singkat, tapi jasanya sangat besar. Apalagi ketika saya berkunjung dari Bayungka Raya ke negara persemakmuran. Dia memang tidak bisa menarik tank dengan rambut atau membengkokan besi dengan gigi. Tapi dia lebih dari itu. Dia bisa membuat celana jeans yang basah tiba-tiba menjadi kering dengan sempurna ! Entah sihir apa yang dia gunakan. Expecto Patronus !

Oh mbak-mbak di manapun koordinat kalian,. Terimakasih atas jasa-jasa kalian. Semoga tetap menjadi pahlawan untuk anak dan suamimu. Salam Cobek !

Senin, 23 April 2012

EKONOMI PERPACARAN I


Latar belakang :

Teori ini di ilhami oleh nilai teori mikroekonomi I yang sempat D di KRS sarjana IPB, dan proses semedi 1000 hari di gunung goa ko, dan dengan basuhan mata air 7 sumur di planet krypton. Setelah dilakukan observasi turun lapang ke sejumlah kamar kos berantakan, pengambilan sampel acak dari beberapa orang yang acak-acakan percintaannya, serta melalui perhitungan regresi berulang-ulang sampai episode cinta fitri bubar dan pindah ke Indosiar.

Landasan Teori :

Kebahagiaan adalah hal konsumsi yang ingin didapatkan oleh hampir semua orang, tak terkecuali Michael J.Fox, Walter Nicholson, Chang Wainwright, Blanchard, ataupun Mankiw. Mengutip kata-kata pidibaiq “Bahagia itu diciptakan”. Oleh karena itu kebahagiaan adalah sesuatu yang harus diciptakan atau dengan kata lain diproduksi oleh orang yang ingin berbahagia.

Kebahagiaan seorang anak muda (laki-laki normal) biasanya ditentukan oleh kepemilikan pacar dan siaran sepakbola di TV (bayungkasime, 2011).

Sehingga dengan menimbang, mengukur, menggaris, menghitung, dan mencontek. Untuk memproduksi suatu kebahagiaan ditentukan input-input antara lain kepemilikan pacar dan siaran bola.

Dengan fungsi  . 

B = f (P,S)

Yaitu      B : Bahagia
              P : Pacar
              S : Siaran bola

Untuk memproduksi bahagia, dibutuhkan kepemilikan pacar dan sejumlah siaran bola yang bisa ditonton.

Asumsi : Sample diambil dari anak muda yang memiliki tingkat kegalauan yang tinggi. Dengan kata lain kegalauan = 1 .    skala -1>0>1 . Dan cateris paribus.

-1 untuk pria yang tidak pernah galau, 0 untuk pria yang pernah galau, dan 1 untuk pria yang sering galau (galau maksimal).



PEMBAHASAN :
Dari dua variabel penentu bahagia didapatkan kurva isoquan perpacaran yang menghubungkan kedua variabel tersebut. Beginilah kira-kira kurvanya :










Kombinasi pacar dan siaran bola disepanjang kurva isoquan perpacaran akan memberikan jumlah kebahagiaan yang sama.

Dengan jumlah siaran bola sebanyak 1 kali pertandingan di TV, maka akan menyebabkan seorang laki-laki menginginkan 3 pacar.

Dengan jumlah siaran bola sebanyak 2 kali pertandingan di TV, maka akan menyebabkan seorang laki-laki menginginkan 2 pacar.

Dan dengan jumlah siaran bola sebanyak 3 kali pertandingan di TV, hanya membuat seorang laki-laki cukup memiliki satu pacar.

Oleh karena itu, wahai para wanita di Indonesia, berdoalah bahwa tv-tv di Indonesia menyiarkan pertandingan bola di tv selama seminggu hanya 3 kali, karena akan membuat pria-pria anda akan setia. Jangan sampai tv-tv di Indonesia berhenti menyiarkan pertandingan bola. Entah berapa pacar yang akan dibutuhkan oleh pria anda. Jika tidak ada acara bola.  Hal ini dikarenakan  :

TANPA SIARAN BOLA = GALAU MAKSIMAL = BUTUH BANYAK PERHATIAN = BUTUH BANYAK PACAR.


Dan berharaplah tidak ada Piala dunia, karena dalam seminggu banyak siaran bola di tv. Itu artinya pria anda tidak butuh pacar lagi dan memilih berpacaran dengan bola.  Sekian. Bayungkaisme

Jumat, 09 Maret 2012

Diskon Bakso


      Mirip oratioprodomo, bedanya bukan berpidato untuk kepentingan pribadi. Tapi menulis untuk kepentingan pribadi.  Tak apa, kata Wittgenstein bahasa adalah permainan, language game katanya.

Itu ketika entah kenapa seharian merasa mirip Joan Violet Robinson, ekonom dunia yang hidup di sekitar tahun 1903-1983. Mungkin karena satu hari itu otak terisi oleh ekonomi. Hanya aku tidak mengarang buku “The Economics of Imperfect Competition”, tapi menggambar hewan khas Kalimantan di buku tulis saat kuliah ekonomi sumberdaya lahan, pengantar ekonomi kelembagaan dan teori mikroekonomi II. Maafkan saya pak dosen bukannya saya malas, tapi saya rajin bermalasan.      
       
        Maaf, tadinya saya mencoba orietcabora, hanya bersembahyang dan bekerja. Sayangnya saya iri dengan john lennon, lionel messi, atau aa gym.  Mereka selalu bermain di setiap hidupnya. Oh, mungkin karena mereka menganggap pekerjaannya hanyalah kesenangan.
          
          Berbeda dengan saya yang merasa seperti eksaminandus setiap harinya. Saya hanya merasa kewajiban itu hal yang melelahkan.
                 
         Hari senin memang melelahkan, tetapi hari senin juga melegakan. Ya, melegakan kalau kuliah sudah usai. Dan dengan bangganya bisa keluar dari kelas menusuk orang-orang departemen lain yang masih kuliah. Berjalan menuju tempat parkir dan berlagak sok-sokan menjadi Russel di film UP. Apalagi ketika sepanjang jalan kampus – kost terbingkai gerobak cimol, es doger, gorengan, atau sup buah. Entah dukun dari mana yang mereka gunakan. Yang jelas, saya ibarat kutub selatan magnet yang tertarik ke mereka, tapi tidak dengan penjualnya. Ya, karena penjualnya laki-laki dan saya bukan homo!
               
         Sepertinya bakso memiliki medan magnet lebih kuat daripada cakue. Buktinya motor tiba-tiba berhenti menghampiri gerobak bakso. Sekali lagi, baksonya bukan penjualnya. Saya bukan gay!
                 
“Mas bakso satu, dibungkus ya. Bungkusnya pakai plastic saja. Jangan dikaretin merah. Karena itu punyanya nasi goreng pedas special”.
                 
“Iya mas, mas pasoepati?” tanyanya
               
 “Kenapa mas?” jawabku.

         Bingung. Entah kenapa aku mengira dia seperti Michel de Nostradamus, peramal hebat yang mempunyai kelebihan clairvoyance. Tapi tidak, dia sepertinya tidak terlihat seperti pria yang lahir di St, Remy, Kota kecil di perancis.

Oh, mungkin karena dia melihat nomor polisi motorku AD !
               
 “Berapa mas baksonya?” tanyaku lagi
               
 “Diskon mas, 3000 saja untuk mas. Spesial. Karena saya Aremania. Hahaha”.
                 
“Salam satu jiwa, sudah menjadi sahabat yang baik, salam buat kawan pasoepati!” katanya.

                Oh, bukan atas nama Nurdin atau Djohar. Beruntunglah saya sore itu. Bakso diskon! . Seandainya semua supporter Indonesia bersahabat baik, alangkah indahnya hidup ini. Jika semua supporter bersahabat, bayangkan berapa bakso, sate, Batagor, Bika ambon, Mpek-mpek, kerak telor diskon yang bisa saya nikmati setiap harinya. Jika semua supporter bersahabat, betapa banyaknya orang yang terhindar dari kelaparan hari ini.
               
           Sudahlah, ini bukan tulisan diskriminasi. Ini tulisan ajakan bersahabat bagi kita semua. Kita satu Indonesia. Selamat menghargai, semoga benar.
         
              Bayungka Raya, dengan membaca timeline, dan ingus yang keluar dari hidung, bukan mulut. Semoga esok hari jalanan sekitar kampus masih macet. Biar saya tau, siapa yang tidak sabaran, siapa yang bawel. Yah. Dia yang sering membunyikan klakson.
               

Selasa, 07 Februari 2012

Gradus Comparationis


Ini bukan dekadensi. Tapi proses hijrah dari negara persemakmuran ke negara bayungka Raya. Jaraknya dari jawa bagian tengah menuju jawa bagian barat. Proses hijrahku menggunakan kereta yang sudah tak lagi ditarik oleh kuda, dan diatas besi yang mengkalungi bumi. Tepat sesuai serat Jangka Jayabaya.

Itu ketika saya masih di negara persemakmuran. Masih makmur-makmurnya secara financial dan fisikal. Pagi-pagi si mbak udah nganter susu kekamar, identik dengan pesan antar. Bedanya kalo si mbak gak pernah dipesan oleh siapapun. Kecuali oleh orangtuanya, pesannya untuk menjadi si mbak yang sholehah. 

Si mbak paling takut jika masuk negara persemakmuran. Karena di depan pintu sudah kutuliskan “Selain Malaikat dilarang masuk!”.  Makanya dia pernah kupaksa memakai sayap kalau mau naruh baju di lemari. “Biar dikira malaikat mbak, biar saya gak tau”.

Alasannya sih bukan apa-apa,ini hanya penerapan geopolitik yang kupelajari di Koran harian local. Dulu koran adalah oleh-oleh yang harus Bapak bawa tiap pulang dari kantor untuk menemuiku. Durhakalah  saya, sampai-sampai  aku lebih merindukan koran yang beliau bawa. Padahal isi koranya hanya deskripsi kutipan dari situs-situs terkenal. Tak apalah, yang penting koran. Bukan buku modul matematika.

Negara persemakmuran dipenuhi gambar bung Karno, Werkudara, dan foto pornografi. Foto telanjang seorang bayi yang tak kelihatan kemaluannya. Apalagi dipenuhi coret-coretan di mukanya. Dikasih  kacamata bulat dan cerutu di mulutnya. Yah, itu foto bayi saya, yang sengaja kucoret-coret ketika TK. “Biar nanti jadi penulis buk, ditulis oleh sejarah!”.

Ibuk adalah sosok elegansi yang eksplosif kadang-kadang dan sedikit ekstremis. Tapi dia baik, dia yang mengusulkan ekspansi untuk negara persemakmuran ini agar lebih luas. Alasanya biar saya cepat besar. Entah apa hubungannya walaupun setelah dihitung dengan intercept, uji F, uji T dan pendugaan variabel tidak akan ketemu. Mungkin dia pikir saya mirip ikan lou han, lebih besar akuarium lebih cepat kami tumbuh.

Ibuk sering marah-marah kalau negara persemakmuran berantakan. Padahal dia harus tahu, kamar berantakan oleh koran-koran seminggu yang lalu. Bukan olehku.
Tapi dia baik, dia mengizinkan saya merusak peralatan masak di dapur. Tak lain karena dia yakin tiap manusia di dunia ini bisa masak, asalkan tujuannya adalah gosong.

Dia juga orang pertama yang memahami seni. Orang-orang disekolahku terdikotomi oleh objektifitas. Mereka fikir objektifitas itu kebenaran nyata dan berasal dari Tuhan. Padahal kau harus tahu, objektifitas hanya kumpulan subjektifitas-subjektifitas orang banyak yang dianggap benar pada masa itu. Tidak untuk tiga milyar lima puluh empat tahun lagi.

Kala itu Ibu adalah orang yang mendukung sekte ku. Sekte untuk tidak menggaris tepi sebuah tugas melukis anak SD. Apadaya Guruku adalah orang yang menentangnya, “GARIS TEPI BIAR RAJIN!”. Katanya
Oh, Tuhan apa hubunganya garis tepi dengan kerajinan? Luciferpun pasti tidak akan setuju. Mana mungkin seni itu sebatas garis tepi. Bagaimana kalau aku menggambar keadaan perang bharatayudha dibalik tembok china? Apakah juga butuh garis tepi?

Jawabanya butuh jika mengerjakan hitungan logaritma bangun ruang, bukan untuk seni.
Sudahlah, itu hanya Indonesiawi, yang akan dihadapi oleh juataan anak Indonesia lain.

Negara persemakmuran menorehkan banyak sejarah, termasuk sejarah begitu rajinnya aku bangun siang. Dan betapa rajinnya aku untuk bermalas-malasan. Bukan malas, hanya rajin untuk malas. Kerajinan ! Hidup itu tinggal bagaimana kita membuat kesenangan, bukan mencari kemewahan.
Negara persemakmuran dengan alas an liburan kuliah, diiringi dekresendo.

Selasa, 17 Januari 2012

REVISI Undang-Undang Bayungka Raya 2012

@bayungka PASAL  1 “Kebangunan” :

 1.. Yang menentukan tidur bukan rasa kantuk. Tapi rencana besok pagi-pagi sekali untuk berkuda ke pertapaan pangeran sambernyawa.

2. Sudah dibilang kalo tidur jangan sambil merem. Sudah tidur masih aja sambil merem. Satu aktivitas aja biar gak capek !

3. Karena kebangun malem2 itu serasa squidward berada di masa kapan dan dimana. trus dipenuhi kata2 "alone".

4. . Sedang mengerjakan soal dan memecahkan rumus 'bagaimana caranya tidur'

5. Ketiduran itu lebih nikmat daripada Kebangunan.

6. Terus Nge-twit dini hari biar dikira bangun sepertiga malam untuk meninggalkan sholat Tahajud. Biar dikira males ambil air wudhlu. tapi rajin ambil hati orang. Oh, riyalah hamba yang maha pamer ini.

7. Jika aladin memberikan teko ajaibnya, maka saya ingin segera mandi - pake kemeja - pake celana bahan – pasang dasi - tebarkan parfum - tidur gantheng.     

Sayangnya tekonya diambil JUN.

@bayungka PASAL 2 “Menunggang kereta Kuda Siliwangi – Mataram” :

1. Hai pemerintah kadipaten, saya tergelitik slogan dipinggir jalan "tembakau ilang, kendal kehilangan pangan" .   You are rock!

2. Ini ibu-ibu sebelah ringtone nya nyaring banget. Jadi iri, pasti speakernya dua. Tak seperti ponsel ku.  Buat Ngrekam sama dengerin music saja tak bisa.   Ponselku hanya berfungsi untuk rusak dan hilang.

3. Gak adil ya? Hanya bisnya yang jalan. kita yg didalemnya diem. Harusnya mah sama-sama gerak. Biar adil lu teh!

4. Ini bahaya. Orang satu bus gak saling kenal. Kalo orang belakang ternyata pasukan raden patah gimana? Oh tidak semoga bukan alien. Aku lupa bawa ketapel.

5. Ah sudahlah, macet mah cuma ciptaan manusia.

@bayungka PASAL 3 “Hujan tidak marah” :

1. Gak lucu jam segini keujanan, sudah seperti sampul bahasa Indonesia kelas satu SD. Pakai caping, main seruling diatas kerbau. Temanya di bawah pohon membaca buku.

2. Hujan-hujan sama raja mulawarman, hayamwuruk, raden brawijaya dan ken dedes. Sebenarnya malu sama hujan. Udah tua. “Hati-hati sama ken arok!” . Santai, masih ada Tunggul Ametung.

3. Tadinya mau naek pegasus, tapi kasian pegasus gak mau terbang kalo lagi hujan. Bukan karena takut flu. Hanya takut poninya lepek. Oh kuda poni terbang. Meskipun ada helm SNI, toh kau bertanduk.

4. Hujan itu bermanfaat. biar itu yang ojekin payung di depan halte departemen tenaga kerja, biar bisa beli kaos persija.

5. Hujan, ya itu hujan karena biar orang-orang bisa ngumpul bareng di halte atau depan toko. Berseragam jaket tebel dan helm. Silaturahmi.

@bayungka PASAL 5 “UJIAN PANGKAL GALAU ?”
Ayat 1-5 :

1. Sehabis rapat sama pangeran mangkubumi, patih gajahmada, Adipati karna, raden patah, dan prabu siliwangi. Bubar gara-gara diserang captain America.

2. Fungsi wanita selain membuat kuat dan lemah secara bersamaan adalah pengharapan.

3. Ah sudahlah, maaf menyampah. Ini ponsel cuma bisa buat nge-twit. Ga bisa buat foto,. Ga bisa buat telfon, hanya bisa buat rusak.

4. Ah sudahlah, susah senyum kalo sedang lihat cewek cakep. Senyum itu hanya ketika melihat orang yang cemberut menghadapi dunia yg serba senda gurau ini.

5. Lagi bikin prasasti. Pesenan kerajaan tarumanegara.. Mumpung besok akan ujian, Biar dikira belajar.

@bayungka  PASAL 5 “UJIAN PANGKAL GALAU ?” :
Ayat 6-10 :

6. Sudahlah, perasaan memang lebih berharga dari alam semesta. Bukan untuk dilihat dan diketahui oleh manusia semata.

7. Katanya perdana menteri, tetep aja patuh sama peraturan daerah.

8. Ah sudahlah. Teori makroekonomi hanya berlaku di kota. Tdk untuk di alam liar. Tak peduli deflasi atau inflasi. Untung saya liar, jadi di alam.

9. Lagi nge-jam bareng om “Symphony No.40 in G minor - Mozart !”. Om Mozart terus maen, padahal saya salah kunci om!

10. Menggali batu di bukit, untuk dipahat dan dicadikan candi. Rorojonggrang, betapa kerasnya untuk mencintaimu.

Demikian revisi yang dibuat awal tahun untuk bersenang-senang. Untuk tertawa ketika tidak hanya melihat komedi. Tetapi ketika tertawa melihat orang serius di dunia penuh kelucuan ini. 
Ah sudahlah, hal-hal mengenai Undang-Undang silakan follow @bayungka , biar kau tahu bahwa tak hanya kau yang punya twitter.

Semoga bermanfaat, kalau tidak maka manfaatkanlah.