MAJULAH BAYUNGKA RAYA!!


MAJULAH BAYUNGKA RAYA!
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Mengenai Saya

Foto saya
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
@bayungka

Minggu, 14 Oktober 2012

Sang Pencari Pegasus

Itu saya. Benar-benar sama jiwanya dengan yang sekarang. Mungkin bedanya waktu itu saya masih bercita-cita menjadi ranger hitam. Berharap menemukan ranger merah dan ranger-ranger lain yang tersebar di muka bumi. Itu gara-gara jam tangan Gshock pemberian Ibu. Warnanya hitamU, mirip alat perubah ranger hitam.

Entah kenapa sejak saat itu saya semakin yakin bahwa saya tercipta untuk mencari pegasus yang hilang dari muka bumi.

Ceritanya berawal dari Kak Ima (pembina pramuka penggalang SD). Dia yang memilihku bersama 11 anak lainya menjadi regu pegasus anggota pramuka penggalang SD. Kenapa harus regu pegasus? Disitulah letak kecurigaanku bahwa Kak Ima menyimpan rahasia tentang pegasus. Kuda terbang yang hilang keberadaanya.

Pencarian Pegasusku dibantu oleh 11 teman-teman lainnya. Kak Ima menunjukku sebagai Pemimpin Regu. Si Aris sebagai wakilnya. Anggota pegasus ada Bimo, Sindhu, Iwe, Takbir, Ayom, Hendry,Bagas dll. Kami memiliki keahlian masing-masing. Dan waktu itu kami percaya bahwa kami terlahir untuk pegasus. Kepercayaan kami melebihi umur kami yang waktu itu masih 10-11 tahun.

Si Iwe, ahli penyamaran. Sempat menyamar menjadi suku fayu ketika kami melakukan pencarian pegasus di daerah bumi perkemahan. Dia sempat menemukan bejana besar yang dia yakini sebagai tempat mandi pegasus. Bersama bimo, bagas dan lainnya, dia masukan ikan louhan kecil ke dalam bejana itu. Dia berharap pegasus akan berteman dengan louhan kecil yang kami namai locil itu.
Entah bagaimana nasib locil sekarang. Kadang tiap malam aku memikirkannya apakah dia benar-benar bertemu pegasus. Ingin ku bertanya padanya. Dan apakah dia masih sekecil dulu?

Itu kisah pencarian pegasus 10 tahun yang lalu. Sekarang regu pegasus sudah berpisah. Kudengar mereka sudah berpencar di seluruh Indonesia. Kuharap mereka tetap menjadi pencari pegasus sepertiku. Semoga kerasnya hidup tak membuat mereka lupa akan pegasus. Kalaupun mereka sudah tak percaya keberadaan pegasus, aku yakin mereka masih memikirkan pegasus disamping pacar-pacar dan pendidikan mereka sekarang.

Itu 10 tahun yang lalu. Tapi jiwa saya masih sama. Hingga kini ketika usia saya 21 tahun. Saya masih yakin bahwa pegasus itu ada. Kalaupun tidak, paling tidak mereka pernah ada.
Sekarang saya sudah tak bersama regu pegasus, namun kenangan kak Ima dan anggota regu pegasus lainnya tetap meyakinkanku.
Dan kini. Saya bersama teman-teman baru di Bogor telah memulai kembali pencarian pegasus. Kuda terbang yang telah hilang.
Jika Perseus diberi pegasus oleh Zeus dan Danae, kenapa kami tidak? Itulah kami, sang pencari pegasus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar