MAJULAH BAYUNGKA RAYA!!


MAJULAH BAYUNGKA RAYA!
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Mengenai Saya

Foto saya
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
@bayungka

Minggu, 21 Agustus 2011

Indonesiawi

MANAGEMENT CLASS (KULIAH MANAGEMENT)
Department of Management, college of economics of management
Bogor Agricultural University

Lectures Prof Dr. Ujang Sumarwan, Msc
ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

SESSION 1
INDONESIAWI
Bayu Windiharto Putro - Department of Resource Environmental Economics - Bogor Agricultural University.

Aku berada di ruang kuliah pengantar manajemen. Pagi-pagi sekali, teringat ketika masih sebagai siswa. Beberapa guruku dulu mengatakan agar kita disiplin. Yah, mungkin menurut kami disiplin adalah pagi. Walaupun orang luar negeri yang mengatakan dirinya pagi justru bangun tidak terlalu pagi seperti kami. Indonesiawi.

Kebetulan mata kuliah pengamen (pengantar manajemen) adalah minor yang aku ambil. Disamping mayor Ekonomi Sumberdaya Lingkungan. "minimal biar bisa mengatur istri dan anak-anakku kelak, semoga bisa mengatur yang mengatur negara ini", kataku kepada teman minum secangkir kopi dulu.

Kuliah pagi itu dengan dosen kami, bapak Ujang. Luar biasa beliau, mampu membuat saya yang malas ini menjadi rajin. Saya yang pengantuk ini menjadi semangat kuliah. Mungkin beliau memiliki semacam panah pasopati milik Arjuna dalam cerita Arjuna Wiwaha, ah itu hanya khayalanku. Bicaranya sangat elegan, tapi santai. Mencerminkan seorang intelektual yang banyak sekali pengalaman.

Kuliah mulai membahas tentang ilmu manajemen. Namun yang membuat aku kelihatan sangat bodoh adalah ketika beliau membicarakan pengalaman dan aplikasi ilmu manajemennya. Aku yang membanggakan diri di jejaring sosial ketika bepergian beratus kilometer, tidak ada artinya ketika beliau mengatakan sering ke luar negeri.
"WOW", bagi kami mayoritas rakyat nusantara. kata "luar negeri" seperti sangat sakral, mimpi, imajinasi, ataupun misi. Walaupun banyak yang pulang dari luar negeri hidupnya menyesal setelah berlabel tenaga kerja ilegal. Namun bagi kami, luar negeri adalah impian, harga untuk menaikkan harga diri. Bagi rakyat negara lain mungkin hal itu sangat mudah. Bisa dikatakan mereka buang air kecil pun keluar negeri. Itulah kami, INDONESIAWI.

Hanya sekitar lima persen mahasiswa dikelas minor itu yang memiliki paspor. Paspor pun bagi kebanyakan kami masih termasuk hal mewah. Naik pesawat terbang bagi sebagian juga masih dibilang angan-angan. Itulah kami, INDONESIAWI.
Walaupun pemerintah sudah menyetujui perdagangan global, tuntutan dunia kerja menjadi global. Namun bagi kami rakyat Indonesia masih banyak yang belum siap, masih malu akan luar negeri. INDONESIAWI.

Fikiran itu muncul ketika aku duduk di Sekolah Dasar. Ketika melihat teman-temanku bersorak ria setelah melihat bule. Seakan mereka melihat malaikat yang turun dari planet merkurius. Begitu kagum melihat sosok manusia yang lebih tinggi, putih, dan pirang. Kadang-kadang aku berfikir kami hidup di tengah hutan yang terisolasi dengan manusia lain. Tak heran begitu menghambanya kami dengan luar negeri, menganggap budaya nusantara adalah kampung. INDONESIAWI. Terkadang ketika aku melihat tim sepakbola kita bertanding di tingkat dunia yang kewalahan menghadapi tim negara lain karena ke-Indonesiawian kita, minder dengan bule. Semoga saja fikiranku salah. Pejuang kita tidak pernah gentar melawan penjajah bung!

Setelah keluar dari ruang kuliah itu dengan disertai senyuman bapak Ujang, dalam hatiku berkata. Nusantara harus lebih maju dari negara lain. Agar cucuku kelak dikagumi oleh bangsa-bangsa lain. Agar bangsa lain berbondong-bondong berkiblat ke bangsa besar ini. Agar Patih Gajahmada tersenyum melihatnya. "Bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya".



Tidak ada komentar:

Posting Komentar