MAJULAH BAYUNGKA RAYA!!


MAJULAH BAYUNGKA RAYA!
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Mengenai Saya

Foto saya
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
@bayungka

Kamis, 22 September 2011

Tri Dharma Bayungka Raya

Itu sore yang mendung waktu negara Indonesia bagian pemerintahannya. Aku sedang di dalam wilayahku, Negara bayungka raya. Dengan tertulis atas coklat hangat, Go Go Dolls nya Iris, dan buku filsafat jawa karya dr.Abdullah Ciptoprawiro. Sudah setengah jam aku melihat tulisannya, tak membacanya. Kubayangkan bagaimana Bathara Indra melihat Arjuna menyanding busur panah dan pedang. Atau Bathara Siwa yang menyamar menjadi pemburu. Tapi yang paling penting saat itu aku menyamar menjadi Hitler yang sedang memerintahkan kipas angin untuk menggerakkan baling-balingnya. Fikirku sore yang dingin itu akan berubah menjadi hangat ketika ditambah dengan dinginnya kipas angin. Teoremaku meleset ! Justru membeku, mungkin seperti Superman yang terkena batu planetnya. Atau Squarepant yang sedang terkena flu dan siap untuk di tempelkan ke kloset seperti yang kulihat tadi pagi.

Playlist winamp hanya sekedar Iris. Ingin kudengarkan 'Wali' yg kata mereka musiknya asyik itu. Sayang aku tak punya. Aku hanya punya playlist yang jelek menurut mereka, Reel Big Fish.
Kami memang berbeda ideologi tentang musik. Mereka suka "You will never walk alone", aku hanya "Rayuan Pulau Kelapa".

Negara Bayungka Raya hanya memiliki 4 meter wilayah udara, 4 meter wilayah dataran. Masyarakatnya terdiri dari berbagai jenis. Mulai dari suku elektronik, suku makanan, suku minuman, dan suku buku-buku. Memang ada beberapa penduduk baru yang meminta suaka di negara kami. Mereka termasuk suku kesemutan. Sering bermigrasi dari Indonesia ke Bayungka Raya. Negara Bayungka Raya merdeka setelah dulunya bernama kerajaan kamar kontrakan.

Sengaja kukumpulkan mereka untuk mendengarkan pidato kenegaraan. Yah sayalah Perdana Menteri Bayungka Raya. Mengangkat diri sebagai penguasa seumur hidup. Ingin ku demokratis seperti Republik Islam Iran, Namun gara-gara kejadian kala itu. Ya, kejadian dimana saat pemilihan umum, rakyatku tidak ada yang mencalonkan diri. Tak tau apa yang mereka fikirkan. Sudahlah, itu jalan mati mereka.

45 menit kufikirkan tentang apa yang akan aku sampaikan. Maklumlah, kami tidak punya sekretaris negara. Si laptop hanya mau menjadi objek, bukan subjek. Kuharap suatu hari nanti dia mampu aktif, setelah kuberinya kurikulum berbasis kompetensi.

Dengan mengenakan baju safari kebanggaanku. Berwarna hijau ketuaan. Dan mengepalkan tangan ! Kuyakin rakyatku meyakinkanku. Walaupun hanya berapa diantara yang mempunyai mata. Salah satunya si handphone. Kadangkala dia mau saja melihat dan merekam sampah hebat di samping kampus.

"Tri Dharma Bayungka Raya",
sa..tu... Berantakan adalah desain interior negara yang menyamankan..
du...a... Kebersihan mutlak akan mengancam keanekaragaman penduduk kita
ti...ga... Hal-hal mengenai kipas angin, alangkah baiknya jika kita ganti yang mengkipasinya

tepat aku selesai berpidato, semua bersorak. Bangganya aku, macam obama setelah berkampanye dan mengatakan "Yes We Can".
Begitu bahagianya rakyat bayungka raya, mereka memiliki pemimpin yang mendukung kesejahteraan rakyatnya. Mereka bebas berkeliara tanpa harus takut digusur paksa oleh satpol PP. Begitu bahagianya suku kesemutan yang notabene imigran karena tidak perlu was-was diekstradisi ke Negara Tetangga.
Dan yang paling spesial adalah kipas angin, dia bahagia karena namanya kucantumkan di pidato. Itu karena jasanya. Jasa atas tidak lelahnya setiap detik untuk memutarkan kepalanya ke kanan-kiri demi menjaga kestabilan kesejukan negara bayungka raya. Dia benar-benar Pembangkit Dingin Tenaga Baling yang sangat peduli kepada perdana menterinya.

Selamat Bahagia Bayungka Raya. Semoga kau tetap bertahan meski mendapat ancaman intervensi dari negara tetangga dengan militernya bernama pak haji kos akan upeti yang dia minta. Jika tidak, invasi besar-besaran akan terjadi. Semoga bayungka raya tetap merdeka, kalaupun invasi, semoga kita mendapat wilayah negara yang lebih baik. Walaupun PBB belum menganggap kami.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar