MAJULAH BAYUNGKA RAYA!!


MAJULAH BAYUNGKA RAYA!
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Mengenai Saya

Foto saya
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
@bayungka

Jumat, 18 Mei 2012

Salam Cobek !


Ponsel butut tiba-tiba berbunyi. Ibarat Jepang membunyikan alarm ketika reactor nuklir Fukushima bermasalah. Jarang-jarang ponsel berbunyi, paling-paling ketika sabtu kliwon atau minggu legi. Itu juga dari perusahaan penyedia layanan komunikasi untuk seluler. Dan ketika saya bales smsnya, mereka hanya sekedar read doang.

Ponsel saya memang tidak bisa untuk telfon atau sms, apalagi foto-foto di area foodcourt untuk diupload di social network. Ponsel ini hanya berfungsi untuk rusak.

Sekarang bukan saatnya mengulik ponsel. Mungkin lebih tepatnya  isi layar yang berbentuk huruf alphabet, bukan huruf palawa. Ya, tiba-tiba negara persemakmuran yang membuat saya makmur ketika didalamnya (re: rumah ibu), memberikan kiriman morse tentang isu-isu hangat yang terjadi di negara itu. Mbak yang biasa menangani masalah kebersihan telah resign.

Entah berapa kali mbak-mbak yang resign sejak 21 tahun saya hidup di bumi ini. Mungkin mirip negara yang selalu reshuffle cabinet tiap ganti kebijakan. Bedanya presidenya tak pernah ganti.

Tulisan ini kami dedikasikan untuk mbak-mbak menteri kebersihan yang telah berjasa membuatkan kopi, susu di pagi hari atau membuatkan mie instan di negara persemakmuran.

Mbak trini, dipanggil Trini karena dia mirip dengan ranger kuning di serial power ranger dinosaurus yang dulu sering tayang tiap minggu pagi ketika saya masih ingusan dan sering kelupaan memakai celana. Kalo gak salah migthy morphin power rangers, di RCTI sekitar 90an.

Ibarat ranger kuning, dia juga ahli dalam masalah menolong. Terutama menolong saya yang pernah keasyikan memakan balsam rasa menthol di ruang keluarga. Saya fikir itu selai mint!
Selera musiknya juga tergolong berkelas. Mulai dari musik-musik Yoko dan Bibi Lung, sinema yang sedang popular waktu itu. Sampai dengan music-musik berat seperti Ebiet G. Ade dan Hetty Koes Endang. Acara tv yang dia tonton pun sangat berat-berat seperti Jaja Miharja dengan kuis dangdut atau To Liong To dengan pedang pembunuh naganya Tony Leung. Dia juga paling update soal bollywood. Apalagi di jaman Amitabachan dan Sanjaydut.

Sayang dia harus resign karena menemukan tambatan hatinya. Berbahagialah Mbak Trini dimanapun engkau berada, semoga tetap menjadi ranger kuning untuk keluargamu.

Yang kedua adalah Yu Kami. Namanya memang kejepang-jepangan. Tapi dia bukan penggemar tentara heiho atau musiknya larc-an-ciel. Nama dia diberikan oleh Ibu karena dedikasinya membantu saya melewati masa-masa gampang nangis dan susah makan. Balita sekali.  Mungkin waktu itu saya masih seperti tomy dalam rugrats yang disiarin nickelodeon, atau mungkin sebaya dengan anak-anak di film liltte rascals yang bikin kelompok “The he-man woman hatters club”. Yang rajin saya tonton di andalas teve waktu kecil.

Yu Kami sangat ahli dalam berimajinasi. Terutama ketika dia mengubah piring sarapan menjadi landasan pesawat tempur. Sendok menjadi pesawat F-14, dan mulut saya adalah target pesawat.  Dan seketika tiba-tiba saya doyan menghabiskan berkarung-karung sarapan pagi.

Ada lagi Mbak Titi, walaupun dia memerintah dimasa adek, tapi jasanya untuk saya juga tak kalah heroic. Bagaimana dia mampu menangani dengan tenang kehebohan negara di pagi hari. Dimana terjadi kemelut di depan pintu kamar mandi untuk berebut mandi.  Dia juga paling tenang menyaksikan saya yang beperan sebagai Russel dan Bapak sebagai Muntz saling bekejar-kejaran memperebutkan Kevin di film UP.

Mbak-mbak lain adalah mbak  ani. Keahliannya banyak sekali. Mulai dari menjahit pakaian seragam SMA, mengaji, bermain freecell di computer, sampai berperan menjadi pemeran utama acara aroma yang menyajikan masakan-masakan Indonesia. 

Dia paling berjasa memberikan resep-resep masakan kepada saya. Terutama cara bikin sambel yang sedap. “Sambil ngulek sambel, jangan lupa baca surat al-kautsar berulang-ulang mas biar sedep”, katanya. Entah apa korelasi antara surat al-kautsar dengan sambel. Dan anehnya sampai sekarang saya rajin membaca al-kautsar tiap bikin sambel. Jangan-jangan dia Uya Kuya. Saya dihipnotis !

Terakhir adalah Mbak Syeh. Dia memiliki masa pemerintahan yang paling singkat, tapi jasanya sangat besar. Apalagi ketika saya berkunjung dari Bayungka Raya ke negara persemakmuran. Dia memang tidak bisa menarik tank dengan rambut atau membengkokan besi dengan gigi. Tapi dia lebih dari itu. Dia bisa membuat celana jeans yang basah tiba-tiba menjadi kering dengan sempurna ! Entah sihir apa yang dia gunakan. Expecto Patronus !

Oh mbak-mbak di manapun koordinat kalian,. Terimakasih atas jasa-jasa kalian. Semoga tetap menjadi pahlawan untuk anak dan suamimu. Salam Cobek !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar